POS PELAYANAN TERPADU LANJUT USIA (POSYANDU LANSIA)

13/12/2022

Lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan dalam keluarga. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, penyakit tidak menular yang terbanyak diderita oleh lansia adalah : Tekanan darah tinggi, penyakit sendi, penyakit jantung, Diabetes Militus, Stroke, gagal ginjal dan kanker. Masalah kesehatan gigi dan mulut, masalah gizi serta gangguan mental dan kognitif juga mulai meningkat, lansia juga cenderung menderita penyakit lebih dari satu.

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia adalah suatu wadah pelayanan kepada lansia di masyarakat, berbasis Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dengan menitik beratkan pada upaya promotif (Peningkatan kesehatan) dan prevntif (Pencegahan).

Pemberdayaan lansia melalui Posyandu terintegrasi merupakan proses pemberian informasi, kemampuan dan motivasi bagi lansia agar lansia berperilaku sehat, berperan dalam mengembangkan perilaku sehat dan mampu memberi solusi apa bila ada permasalahan kesehatan dalam keluarga dan masyarakat melalui kegiatan posyandu.

Di wilayah kerja UPTD. Puskesmas I Negara, jumlah Posyandu Lansia sebanyak 11 posyandu, tersebar di 2 kelurahan dan 4 desa sebagai berikut :

 

·       Kelurahan Banjar Tengah                 : 1 Posyandu Lansia

·       Kelurahan Baler Bale Agung            : 3 Posyandu Lansia

·       Desa Berangbang                              : 3 Posyandu Lansia

·       Desa Kaliakah                                  : 2 Posyandu Lansia

·       Desa Banyubiru                                : 1 Posyandu Lansia

·       Desa Baluk                                       : 1 Posyandu Lansia

 

Kegiatan di Posyandu lansia terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan. Jenis kegiatan pelayanan kesehatan yang  diberikan kepada lansia di posyandu lansia sebagai berikut :

1.     Penyuluhan secara berkelompok atau konseling secara perorangan sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh masing-masing lansia.

2.     Wawancara termasuk perilaku beresiko. (APR)

3.     Pemeriksaan tingkat kemandirian, dengan menggunakan instrument penilaian Aktifitas Kegiatan Sehari-hari (AKS), khusus untuk lansia usia 60 tahun ke atas

4.     Pemeriksaan status mental, dengan menggunakan instrument penilaian Geriatric Depression Scale (GDS), khusus untuk lansia 60 tahun ke atas.

5.     Pemeriksaan status kognitif, dengan menggunakan instrument penilaian Abreviated Mental Tes (AMT) khusus untuk lansia 60 tahun ke atas.

6.     Kunjungan rumah oleh kader didampingi oleh petugas kesehatan bagi lansia yang tidak datang atau belum mau datang, agar tetap/mau berpartisipasi dalam kegiatan posyandu

7.     Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan BB, pengukuran TB, pengukuran lingkar perut

8.     Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensi meter.

9.     Pemeriksaan laboratorium sederhana (gula darah sewaktu, kolesterol dan asam urat)

 

Melalui Posyandu Lansia diharapkan para lanjut usia mendapatkan kesempatan bersosialisasi, beraktifitas dan berkreasi yang dapat meningkatkan status kesehatannya secara fisik, mental dan social untuk mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif dan pRodukTif (SMART).